35
0

23 Desember 2021

35

( Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus dengan meng-klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi )

Betapa penting untuk kita menjalani kehidupan doa yang akurat, di mana kita menyiapkan waktu secara khusus untuk bersekutu dengan-Nya (komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan). Dan senantiasa mengarahkan hati agar tetap berada dalam ‘frekuensi doa’ saat beraktivitas sehari – hari (terbangun kesadaran akan realita Tuhan).

Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan sehari – hari yang berbeda seperti halnya yang disampaikan oleh Yesus ketika mengajarkan murid – murid berdoa.

Matius 6:9-13 (TB) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

1. Kita akan bertumbuh dalam pengenalan akan Bapa.

Roh Kudus akan menyingkapkan kepada kita pengenalan akan Bapa, dengan demikian kita akan bertumbuh sebagai anak Allah yang semakin matang, berotoritas, dan berkuasa karena kita menyatu dengan Bapa, persis sama seperti Yesus. Bahkan Yesus menegaskan bahwa kita akan melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar dari yang Dia lakukan (Yohanes 14:9-14).

2. Kita akan menikmati realita Kerajaan Surga di bumi ini.

Roma 14:17 (TB)  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Saat kita memiliki realita Kerajaan Surga (kebenaran, damai sejahtera dan sukacita) maka kita bisa menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tahukah kita bahwa pada hari – hari terakhir ini Tuhan akan memposisikan kita menjadi ‘kemah Alllah atau bait Roh Kudus-Nya’? (Wahyu 21). Di mana orang akan mencari keberadaan kita untuk mendapatkan keilahian yang mereka tidak miliki.

Mereka tidak butuh uang dan harta kita, sebab ada banyak dari antara mereka yang akan datang sudah memiliki hal tersebut, bahkan lebih banyak dari diri kita. Mereka tidak mencari skill atapun pengetahuan dari diri kita, sebab ada banyak dari antara mereka yang sudah mempunyai teknologi yang sangat mumpuni. Mereka juga tidak mencari posisi atau jabatan serta koneksi, sebab mereka sudah memiliki semua itu. Tapi yang mereka cari adalah KEBENARAN atau FIRMAN HIDUP KEKAL (Filipi 2-16, terjemahan Passion Translation) DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA.

Jadi jika hidup sehari-hari kita SEPERTI DI SURGA (penuh dengan firman, damai sejahtera, dan sukacita yang limpah), maka kita akan bersinar di tengah gelapnya dunia. Jadi mau tidak mau mereka akan datang kepada terang itu. Dan sebagai ‘KEMAH ALLAH’ mereka akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang ada dalam hidup kita!

3. Kita akan mengalami pemeliharaan Tuhan yang sempurna, baik secara lahirah maupun secara supernatural.

Saat kondisi perekonomian dunia semakin terus bergoncang, dan segala yang lahiriah juga turut bergoncang. Maka jangan batasi keberadaan Tuhan yang berdaulat dan berkuasa memelihara kehidupan kita.

Sebagaimana Tuhan pelihara hidup Elia (nabi yang hidup dalam kuasa doa) begitupun Tuhan akan pelihara kehidupan kita. Dengan caranya yang ajaib Ia akan pelihara hidup kita yang terus melangkah menyelesaikan kehendak-Nya!

4. Kita akan memiliki kesadaran penuh bahwa diri kita adalah pribadi yang dahulunya orang berdosa namun beroleh anugerah pengampunan oleh Bapa melalui pengorbanan Kristus.

Saat kesadaran itu terbangun dengan sempurna, maka mengampuni orang lain bukan lagi menjadi perkara yang sulit. Itu sudah menjadi ‘sifat’ kita sebagai anak Allah. Dan kita tidak lagi menjadi pribadi yang mudah ‘tersinggung’, sebab ada ketebalan kasih Bapa yang menyelimuti bahkan melimpah dari dalam hati kita. Pendek kata hidup kita akan menjadi PEMBAWA DAMAI. 

Matius 5:9 (TB)  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

5. Saat ada dalam kehidupan doa, maka secara otomatis panca indera rohani kita akan semakin efektif – menjadi radar rohani.

Radar rohani kita akan mudah menangkap keberadaan musuh yang ingin menyerang diri kita. Bahkan bagi beberapa orang, mereka tidak hanya bisa merasakan tapi juga bisa melihat dengan jelas bagaimana musuh ingin menyerang. Jadi sebelum mereka mendekat lalu mempengaruhi emosi dan pikiran (tipu daya iblis) maka kita sudah bisa memeranginya terlebih dahulu dalam doa (doa dalam roh dan deklarasi sampai roh kita berkobar – kobar)

Intinya jangan pasif dan perangi sampai tuntas (adanya kelegaan dalam batin). Dengan demikian kita akan hidup dalam zona bebas iblis. Tapi bukan hanya kita saja, termasuk juga orang – orang sekitar kita akan ada dalam tudung perlindungan doa! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus


Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi

Leave a Reply

Your email address will not be published.