PARADIGMA & PRESPEKTIF ILAHI

Description

Konsep berpikir, sikap hati dan dasar keyakinan serta perspektif atau paradigma kita seringkali masih merupakan hasil cetakan dan bentukan dari dunia ini. Itu sebabnya perubahan paradigma, konsep pikir dan dasar keyakinan selaras dengan firman.

What will you learn
  • Paradigma dan prespektif manusiawi

  • Dampak dari paradigma & prespektif

  • Langkah-langkah membangun paradigma & prespektif ilahi


Requirements
  • Matius 13:23 Tanah yang baik ialah orang yang mendengar Firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
  • Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Ketekunan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kata 'bertekun' menuntut kita untuk terus melakukan apa yang di perintahkan - hal-hal yang benar - sampai memunculkan hasil yang di harapkan.

Lessons

  • 6 Lessons
  • 02:35:00 Hours
  • SES 01 MEMBANGUN PARADIGMA & PERSPEKTIF ILAHI 01:05:00
  • PDF SES O1 MEMBANGUN PARADIGMA DAN PRESPEKTIF ILAHI
  • SES 02 APA YANG TERJADI SAAT KELAHIRAN BARU 00:35:00
  • PDF SES 02 APA YANG TERJADI SAAT KELAHIRAN BARU
  • SES 03 KEHIDUPAN ILAHI 00:55:00
  • PDF SES 03 KEHIDUPAN ILAHI

About instructor

Instructor
Name : Steven Agustinus
Reviews : 5 Reviews
Student : 110 Students
Courses : 6 Courses

Reviews

5
Based on 4 Reviews
1 Stars
2 Stars
3 Stars
4 Stars
5 Stars

Alfret Lalel - Wed, 10-Mar-2021

Recky Vincent - Thu, 11-Mar-2021

Fakta-fakta rohani yg dipaparkan dalam sesi ini, mengubahkan cara berpikir dan sudut pandang yg kita miliki untuk tidak lagi berpikir dan hidup menurut 'keakuan' kita, tapi benar-benar menyadari dan melihat Tuhan sbg pusat dari segala sesuatu yg berkuasa dan berdaulat, dimana Pribadi ini menghendaki kita untuk terhubung dgn realita keberadaan-Nya, dilahirkan kembali oleh Roh-Nya yg menyucikan hati & jiwa kita, mjdikan kita sbg pribadi yg tulus, selfless dan penuh kasih ilahi, berlaku spti Yesus yg hidup taat sbg Anak Allah bagi kehendak Bapa di Surga dan mewarisi segala natur/sifat-sifat Allah yg penuh kasih ilahi. Inilah jatidiri kita sbg Ciptaan Baru. Haleluya...

Peter Ivan Goh - Sat, 29-May-2021

Ledy Kristian Mononege - Sun, 31-Oct-2021

Sungguh membaharui pola pikir saya.