fbpx

Tuhan nyata di masa Krisis

Firman menegaskan bahwa kita hidup bukan dari makanan lahiriah saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Tapi kenapa ada banyak di antara kita yang seperti sulit untuk membiasakan diri memperkatakan firman? Hal itu disebabkan karena pekerjaan si jahat telah berhasil menyumbat aliran-aliran air hidup dalam diri kita.

Itu sebabnya kita tidak boleh menjadi pasif atau tinggal diam, ambil keputusan dan mulai bertindak dengan mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan firman-Nya. Pakai otoritas ilahi yang Tuhan sudah berikan, untuk mengusir berbagai pekerjaan musuh. Sebaliknya undang damai sejahtera dan sukacita ilahi sampai atmosfir ilahi kembali memenuhi dan menguasai batin kita. Ada aliran-aliran sungai Allah yang mengalir deras dari dalam batin kita, karena Allah tinggal di dalamnya (Mazmur 46:4-5)

1 Petrus 1:23-25 (TB) Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Jika kita mau hidup di dalam keilahian Tuhan, maka tidak ada alternatif lain, selain kita hidup hanya dari firman-Nya. Karena kita telah dilahirkan kembali oleh benih ilahi, firman-Nya, maka kita pun harus hidup hanya dari firman. Latih dan biasakan diri kita untuk menjalani hidup kita setiap hari hanya berdasarkan firman yang Tuhan berikan kepada kita.

Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan sedang terus membawa kita dan membukakan ada banyak penyingkapan firman tentang manifestasi kedaulatan Tuhan. Roh Kudus sedang menyatakan kepada kita bahwa di tengah krisis yang akan datang, realita Tuhan akan makin bertambah nyata. Di tengah krisis yang terjadi, kita akan alami ada realita kedaulatan Tuhan yang bekerja atas kita. Promosi dari Surga akan dinyatakan-Nya bagi kita. 

Oleh karena itu, mulai kembangkanlah takaran iman yang kita miliki. Inilah saatnya untuk kita secara serius menangkap firman (Yohanes 1:12), menarik masuk dan menggosok firman tersebut dalam batin kita. Sehingga kita memiliki akses untuk dapat selalu menghadap Tuhan di tahkta-Nya dan menemukan jati diri yang baru di dalam firman-Nya. Kuasa firman pun jadi berkuasa mengubahkan hidup kita dan mulai bekerja menghadirkan segala yang tidak ada menjadi ada, dan menjadikan dari apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. 

Yohanes 14:12 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Tuhan telah menetapkan kita untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar dari pekerjaan yang telah Yesus lakukan.

Inilah yang menjadi keinginan hati Tuhan atas setiap diri kita orang percaya, bahwa Tuhan telah menetapkan diri kita untuk melakukan berbagai pekerjaan-pekerjaan Tuhan bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pekerjaan yang telah Yesus lakukan.

Selama ini cetakan dunia telah berhasil membentuk berbagai pemikiran yang manusiawi dan lahiriah sehingga ketika Tuhan memberi firman-Nya, muncul berbagai logika dan pertimbangan manusiawi yang menentang dan membatasi ‘penglihatan’ kita untuk tidak dapat melihat realita kemuliaan Surga.

Berbagai benteng dan kubu pertimbangan manusia yang terbangun karena pengaruh sistem dan pola dunia (lebih percaya kepada realita data dan fakta dunia), menghalangi pikiran kita untuk menerima berbagai dimensi ilahi yang sifatnya kekal.

Perkataan atau deklarasi firman akan menjadi senjata ilahi kita untuk merobohkan segala benteng dan kubu pertahanan manusiawi yang menentang kebenaran dan pengenalan akan Tuhan. Dengan kita melatih diri untuk suka mendeklarasikan firman, otomatis firman akan dengan mudah bekerja menguasai diri kita dan memanifestasikan keilahian-Nya.