TIPU DAYA IBLIS

Jangan biarkan peristiwa apa pun dan pribadi siapa pun mengubah suasana hati kita menjadi negatif. Prinsipnya, jangan hanya karena satu peristiwa jadi merusak segala kebahagiaan yang Tuhan telah sediakan untuk kita menjalani hari di bumi ini seperti di surga. Hal ini membutuhkan ketetapan dan tekad yang kuat, sehingga hati kita dapat segera diselaraskan dengan frekuensi surga yang membuat kita menikmati surga di bumi.

Tipu daya Iblis akan membuat kita berfokus pada peristiwa, orang, dan situasi yang buruk. Ini sama dengan Adam dan Hawa yang tertipu oleh Iblis. Ada banyak pohon yang bisa dimakan buahnya tetapi mereka terus diarahkan untuk fokus pada buah pengetahuan baik dan jahat. Jangan tertipu lagi! Ada sejuta ‘kebaikan Tuhan’ yang bisa kita nikmati, kenapa harus masuk dalam perangkap tipu daya hal buruk yang Iblis taruh di hadapan kita? Teruslah melangkah dengan sukacita dan percayalah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Jangan relakan sifat kita dibentuk oleh Iblis untuk ‘betah tinggal dalam kemarahan, kekhawatiran, dan kekecewaan’, harusnya kita tidak betah ‘ada di neraka’! Tuhan telah mengeluarkan kita dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib untuk menikmati surga di bumi! Kita berhak hidup bahagia sepanjang waktu, bukan karena faktor eksternal, melainkan karena ada Tuhan di dalam diri kita.

Kita mesti mengarahkan hati kita untuk mempertahankan hal yang esensi, yaitu aktivitas ilahi di dalam diri kita. Hal eksternal yang terjadi merupakan hasil dari apa yang tidak terlihat. Jadi jika ada hal buruk yang terjadi, sesungguhnya Tuhan memberikan kita kuasa untuk mengubah hal itu dari dalam roh. Pastikan aktivitas ilahi terus berkobar dan menyala dalam diri kita (mengejar realita Tuhan dan Firman-Nya). Inilah yang akan membuat berbagai bentuk maut ditelan dalam kemenangan.

Selama ini kita mengetahui bahwa gelap akan tersingkir jika ada terang, kesedihan akan sirna ketika ada sukacita, amarah akan pergi jika ada damai, dan kematian sudah pasti takluk dengan hadirnya kehidupan, tapi ternyata itu semua masih menjadi informasi belaka, belum menjadi dasar keyakinan kita!

Contohnya adalah: Keberadaan kita yang membawa sukacita dapat dengan mudah berubah jika bertemu dengan orang yang membawa kesedihan dan kita pun jadi terhanyut dengan kesedihan orang tersebut. Padahal harusnya orang itu yang segera terhanyut dengan sukacita yang ada dalam diri kita.

Roh Kudus berbicara dengan kuat untuk saya menjadikan prinsip terang yang menyingkirkan kegelapan menjadi dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan. Sehingga saya tidak perlu goyah dengan berbagai peristiwa yang berpotensi membuat kita kehilangan damai sejahtera, sebab saya tahu dengan pasti bahwa potensi yang lebih besar dan superior ada dalam diri saya.

2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Jadi ketika ada hal negatif yang terjadi, hadapilah dengan keyakinan bahwa gelap akan tersingkir dengan hadirnya terang dan ada terang Firman dalam diri kita. Kesedihan dan kemarahan akan lenyap ketika menghadapi damai serta sukacita dalam diri kita, dan maut pasti ditelan sebab ada kehidupan kekal yang terus memancar dari batin kita.

Strong conviction tersebut akan membuat kita mengalami kuasa dari kebenaran: MAUT SUDAH DITELAN DALAM KEMENANGAN!

1 Korintus 15:53-55 (TB) Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Ps. Steven Agustinus

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *