Apa sih bukti bahwa kita mengasihi Tuhan ?
Apa bukti nyata kalau kamu mengasihi Tuhan ? Jawabannya adalah : menjadi pelaku Firman-Nya.
Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
Masalahnya, Ada banyak orang yang ingin jadi pelaku Firman, hidup benar, dan hidup dalam rencana Tuhan, tapi seringkali masih gagal dan justru kehidupan mereka jadi sama seperti orang yang tidak mengenal Tuhan, penuh kelemahan dan dosa. Kenapa hal itu bisa terjadi ?
Seringkali hal itu terjadi karena ia tidak “melekat dengan Tuhan”, sehingga kesadaran akan kehadiran Tuhan tidak terbangun di dalam hidup mereka.
Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Pada ayat diatas (Yohanes 15:5) mengatakan bahwa jika kita tidak melekat dengan Tuhan, maka kita seperti ranting yang mati dan tidak bernyawa. Tapi saat kita melekat dengan Tuhan, maka kita akan menerima kehidupan Ilahi dari Tuhan sendiri.
Hidup yang melekat dengan Tuhan artinya seluruh pengambilan keputusan dan apapun yang kita lakukan hanya berdasarkan suara Tuhan, prinsip Firman, atau dorongan Roh Kudus.
Sadar ataupun tidak, dunia sedang terus “mencetak” manusia untuk mengambil keputusan berdasarkan hal-hal yang manusiawi, logis, tergantung situasi dan kondisi yang ada. Kita “diprogram dan dilatih” untuk mengandalkan pemikiran dan kekuatan pribadi, dan juga kekuatan uang.
Hal itu membuat kita tidak dapat hidup di dalam kehendak Tuhan, dan otomatis hidup kita jadi penuh masalah. (masalah keuangan, keluarga, kesehatan, dll)
Miliki tekad untuk hidup “melekat dengan Tuhan”
Karena itu, kita harus “melatih ulang” program dalam pikiran kita, dan dicetak ulang oleh Firman dan Roh Kudus. Langkah awalnya adalah dengan kita memiliki tekad bulat untuk hanya hidup dari Firman. (Matius 4:4).
Bawa masuk Firman dalam setiap aspek hidup kita, jangan biarkan ada area hidup kita yang tidak tersentuh oleh Firman. Apalagi aspek-aspek dengan keputusan penting seperti aspek pasangan hidup, aspek pekerjaan, aspek pemakaian uang. Seringkali kita merasa “berhak” menentukan jalan hidup kita sendiri tanpa mengikuti tuntunan Firman Tuhan.
Saat kita terus melekat pada Tuhan, maka Tuhan akan selalu menuntun dan mengarahkan kita dalam setiap keputusan dalam hidup. Kita semakin tajam dan mengenal suaraNya, dan yang pasti suara Tuhan tidak pernah bikin kita bingung.
Saat kita melekat pada-Nya, sudah otomatis kita akan mengasihi Tuhan, kehadiran Tuhan (hadirat Tuhan), jadi segalanya dan jadi yang terutama dalam hidupnmu. Kamu nggak akan bisa menjalani hidup tanpa adanya kehadiran Tuhan, tanpa Tuhan kamu bukan siapa-siapa dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Keluaran 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
Inilah kehidupan yang yang harus saya jalani! Saya mau memastikan semua aspek hidup dan keputusan saya hanya berdasarkan Firman Tuhan saja!
Yesaya 26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.
Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
