Mau tau nggak hal apa yang ditakutin sama banyak orang saat ini ?
Takut mati.
Ya, takut mati. Banyak banget orang saat ini yang takut mati, takut nyawanya terancam, parno sama banyak hal, kuatir dan terus kuatir. Ya gimana ga kuatir, liat aja arus berita negatif yang saat ini kita liat di dunia maya selalu aja ngasih “sinyal bahaya”, berita-berita menakutkan yang bikin hidup kita ga tenang.
Tanpa sadar dunia ini “mencetak kita” untuk terus hidup dalam kekuatiran, membuat kita selalu dalam mode bertahan, ngelakuin hal apapun sebagai antisipasi supaya kita bisa SUKSES menyelamatkan diri dari maut.
Sebagai orang percaya, kita ga seharusnya untuk ikut arus kekhawatiran dari “sistem dunia” ini. Kalau mau diibaratkan, kehidupan manusia saat ini tuh seperti sebuah akuarium besar yang didalamnya ada ikan-ikan besar yang berkuasa dan hidup nyaman, tapi di sisi lain banyak sekali ikan-ikan kecil yang jadi korban, tersisih dan terhimpit oleh ikan-ikan besar. Padahal seindah apapun aquarium itu dan seindah apapun gemerlap dunia saat ini, itu bukanlah habitat kita yang sejati. Kita tidak ditetapkan untuk hidup dalam sistem dunia ini.
Orang mungkin bisa aja beralasan.. ya…. itu kan Hukum alam, yang kuat memakan yang lemah, yang pinter bakal survive, yang bodoh akan mati tertindas. Tapi, jangan pernah anggap bahwa itu semua hal yang normal dan natural, karena sebenarnya ini semua rekayasa. Ada sosok mastermind yang mendesain semua ini, yaitu iblis yang jadi dalang, mengontrol dan merasuki sekelompok manusia serakah untuk menguasai dunia, sehingga manusia dipaksa untuk bergantung sama uang, dan hidup menentang Tuhan. Itulah yang disebut sistem dunia.
Apakah ini bentuk dari salah satu teori konspirasi? Ini bukanlah sekedar konspirasi, inilah fakta di balik roda dunia yang berputar. Memang ada sekumpulan orang yang memegang kontrol dunia ini. Mereka mengatur segala sesuatu, jadwal, perputaran uang, dan juga aturan mainnya. Padahal, bukan seperti itulah desain awal Tuhan untuk manusia.
Suara Tuhan bergema dalam hati saya, menegaskan bahwa saya harus hidup hanya dari Firman dan terus bergerak untuk mementang sistem dunia. Sistem dunia (sistem Babel) hanya dapat dikalahkan dan dihancurkan oleh Iman!
Hanya kepercayaan kepada Tuhan yang membuat kita bersukacita dan dikuasai damai sejahtera!
Lawan semua hal yang membuat kita takut, khawatir dan cemas dengan menggunakan janji Tuhan yang pernah kita terima!
Gunakan mulut kita untuk berkata-kata, karena itu adalah “senjata” kita. Bapa di sorga sedang terus melatih kita untuk dapat “melawan Singa dan Beruang” sama seperti ia melatih Daud saat ia sedang menggembalakan domba, melatih Dauh jadi perkasa untuk melawan Goliath.
Perbesar kapasitas iman kita, perkatakan Firman dalam segala kondisi. Percaya saja pada Firman dan perkatakan Firman!
Lalu, bagaimana cara kita hidup dalam sistem dunia yang rusak ini?
Apakah kita bisa lepas dari sistem dunia (sistem Babel) ini? Atau kita harus kerja keras banting tulang hanya untuk sesuap nasi?
Sesungguhnya kita bukanlah “budak” dari sistem Babel, karena kita adalah anak sang Raja pemilik segalanya. Kita harus membuang mentalitas budak dari diri kita dan menyatakan suara Firman Tuhan, bahwa kita anak sang Raja!
Semua manusia suatu saat akan mati, lalu kenapa kita harus takut mati? Apalagi Roma 6:11 jelas mengatakan bahwa kita sudah mati bagi dosa, jadi ga ada alasan lagi untuk kita takut. Kita bisa ambil contoh dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego.
Daniel 3:16-18 (TB) Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Kisah diatas betul-betul teladan Keseimbangan hidup. Mereka bertahan dalam keyakinan mereka bahwa Tuhan sanggup menolong mereka, tapi di sisi lain jika Tuhan tidak menolong pun mereka siap menghadapi konsekuensinya. Mereka tidak akan pernah sujud menyembah patung berhala itu.
Inilah keseimbangan hidup yang perlu kita bangun dalam diri kita. Pendirian teguh, kokoh dan kuat terhadap janji Tuhan. Inilah IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA!
Ps. Steven Agustinus
