Hidup dalam KEMATIAN DAGING dan PENYERAHAN HAK

Salah satu KETETAPAN yang Tuhan berikan atas gereja BCC (Breakthrough City Church) adalah hidup dalam kematian daging dan penyerahan hak. Hal ini sama dengan menjagai hati yang mencintai Tuhan, maksudnya adalah terus memastikan hati yang mencintai Tuhan selalu ada dalam kadar yang semakin kuat dan semakin mendorong kita untuk mengejar realita Tuhan dan firman-Nya.

Musuh akan terus berupaya memutus keterhubungan kita dengan Tuhan, jadi waspadai berbagai ‘jebakan konflik batin’. Itu merupakan ‘panah api si jahat’ yang dapat mengganggu kadar cinta kita akan Tuhan. Segera tanggulangi! Latih hati kita untuk menjadi pribadi yang mudah mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain. Orang yang sering menjengkelkan kita pasti orangnya itu – itu saja. Harusnya sudah membuat kita makin ‘ahli’ dalam hal mengampuni!

Saya yakin, hidup dalam kematian daging dan penyerahan hak merupakan hal yang tidak boleh kita hindari. Sebab perintah Tuhan yang utama adalah mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Jadi sudah sewajarnya aroma kematian daging dan penyerahan hak dalam diri kita semakin kuat terasa, dan membuat kita jadi makin serupa dengan Kristus yang mengosongkan diri-Nya (Filipi 2), dan juga hidup hanya bagi kehendak Bapa! Itulah yang menjadi porsi bagian kita.

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Filipi 2:5-8 (TB) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Orang ‘mati’ tidak akan bisa lagi tersinggung, sakit hati, kecewa, khawatir, dan konflik batin – tidak mungkin hal tersebut dialami oleh orang yang sudah mati. Seandainya kita sungguh – sungguh percaya pada ayat tersebut dan senantiasa mendoakannya sampai diri kita menyatu dengan jati diri yang Tuhan berikan (mengenakan yang tidak dapat binasa), maka segala bentuk pekerjaan musuh dapat kita taklukkan dengan KEHIDUPAN ALLAH yang limpah mengalir dari dalam batin kita.

1 Korintus 15:53-58 (TB) Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Pastikan jangan pernah kehilangan persekutuan yang hidup dengan Tuhan oleh karena konflik batin. Pastikan batin kita tahir serta bersih untuk dapat terus mengenal Tuhan dan menyatu dengan pribadi-Nya! Itulah yang mesti jadi keinginan kita satu – satunya sebagai pribadi yang mencintai Tuhan.

Ps. Steven Agustinus

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *