Berdoa di tengah badai masalah!

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah

Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Pernahkah kamu berdoa saat lagi menghadapi kondisi yang sulit banget ? Apa yang kamu rasakan ? Badai masalah begitu menekan hidup kita.

Biasanya kita akan sulit banget untuk bisa fokus berdoa, karena fokus utama kita tertuju sama masalah, fakta-fakta negatif yang menekan kita. Jadi, kita ga berdoa dengan dasar iman, tapi justru doa dengan rasa takut dan khawatir. Bebagai badai suara negatif bergemuruh memenuhi hati kita.

Tapi jika kita perhatikan 2 kutipan ayat diatas, Alkitab mengatakan bahwa “Allah turut bekerja”, yang artinya meskipun kita ga bisa melihat dengan mata jasmani ini bahwa Allah bekerja, tapi Ia sedang terus bekerja mendatangkan kebaikan pada hidup kita.

Selain itu, kata “Allah turut bekerja” nggak boleh kita tafsirkan dengan pikiran manusia yang terbatas ini. Karena aktivitas “Allah bekerja” adalah sebuah aktivitas Ilahi yang dapat kita alami dan rasakan dalam batin kita.

Jadi, saat kita lagi ada dalam masalah, jangan terpancing untuk terus fokus sama masalah, tapi fokuslah untuk memperhatikan suara Tuhan dan aktivitas Ilahi yang sedang Tuhan kerjakan dalam hati kita.

Satu-satunya cara adalah BERTEKUN dalam Firman.

Lalu, bagaimana cara kita bisa fokus mendengar suara Tuhan dan tahu “pekerjaan baik” yang sedang Tuhan kerjakan dalam hati kita ?

Tidak ada cara lain, selain bertekun dalam membangun aktivitas Ilahi dalam hati kita dengan cara membaca Firman, merenungkan Firman secara konsisten dan tekun. Semakin kita rajin melatihnya, maka tidak peduli masalah seberat apapun yang ada di depan kita, kita akan “TAHU BAHWA ALLAH SEDANG BEKERJA” mendatangkan kebaikan dalam hidup kita.

Mari kita ubah cara pandang kita mengenai kalimat “kita tahu sekarang”. Itu bukanlah kalimat pasif, melainkan aktif! Ada hal yang harus terjadi di dalam batin kita, bukan hanya sekadar percaya saja, batin kita mesti mengalami adanya aktivitas ilahi.

Jadi mulai dari sekarang kita harus membangun gaya hidup yang berbeda, yaitu berfokus membangun aktivitas ilahi.

Sebab prinsipnya jelas, bahwa apa yang terjadi di alam roh akan terjadi di alam lahiriah. Semakin giat kita membangun aktivitas ilahi, maka kita akan mengalami kuasa kedaulatan Tuhan mengubah segala keadaan buruk untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita!

Similar Posts

  • 1 Februari 2023

    Yesaya 55:10-11 (TB) Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,…

  • 26 Januari 2023

    Betapa penting untuk kita bisa memahami sikap dan cara kita mendengar Firman Tuhan, khususnya pada hari Minggu saat kita beribadah di dalam gereja yang terbangun seturut dengan pola ilahi. Di mana sang penyampai Firman menyampaikan apa yang menjadi isi hati Tuhan yang bersifat korporat. Di dalamnya terdapat tujuan bersama, arahan bersama, dan pekerjaan bersama yang…

  • Generasi anak muda yang dibangkitkan Tuhan!

    Kalimat “untuk mendapat anak inilah aku berdoa” sangat menggores batin saya sekaligus membakar api roh doa dalam diri saya. Sedemikian kuat terbangunnya keyakinan bahwa generasi Samuel sedang lahir melalui doa – doa yang kita panjatkan. Tentunya bukan doa biasa, tapi doa yang kita erami dan fokuskan, sehingga mengalir kata – kata kehidupan yang mengandung kuasa…

  • 18 Januari 2023

    Yakobus 1:25 (TB) Tetapi barangsiapa MENELITI hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia BERTEKUN di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.  Kata “meneliti” pada ayat di atas ditulis dengan kata Yunani “parakupto” yang berarti rasa ingin tahu yang tinggi, penuh minat, hasrat untuk…

  • Jati Diri Orang Percaya yang Sebenarnya

    Jika dibaca sepintas, ayat diatas menggambarkan cerita kehidupan Musa yang normal dan biasa aja, tapi jika kita mau renungin lebih dalam, kisah ini punya makna relate banget dengan kehidupan banyak orang percaya saat ini Musa adalah orang pilihan Tuhan, “Sang Pembebas” bangsa Israel dari perbudakan Mesir yang sedang menjalani hidup “di luar panggilannya” Menggembalakan domba…

  • Cinta yang Abadi

    Saya belajar sesuatu, ternyata yang berhak dan secara tepat menilai diri kita apakah telah mengasihi Tuhan atau tidak adalah keberadaan Tuhan sendiri. Sebab siapa yang tahu hati ini? Bisa jadi karena satu dan lain hal, hati kita telah bergeser, dari hati yang mencintai Tuhan menuju cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia. Yeremia 17:9-10…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *