Bergaul Karib dengan Tuhan

Pagi ini Roh Kudus mengajar saya untuk mengenal Dia sebagai Tuhan dari Henokh!

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Tidak banyak catatan dalam Alkitab yang bercerita tentang Henokh, namun tiap kisahnya memiliki kesan yang sangat mendalam:

Henokh beriman bahwa Tuhan adalah pribadi yang mengalahkan maut, kekal, dan sanggup membawa tubuhnya masuk ke dalam kekekalan tanpa melewati kematian secara lahiriah.

Karena iman tersebut Allah mengangkatnya hidup – hidup masuk ke dalam kekekalan! Sudah seharusnya kita mengenal Tuhannya Henokh, yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri yang telah mengalahkan Iblis, dosa, dan maut, serta memberikan kepada kita HIDUP YANG KEKAL. Rugi sekali jika mempercayai bahwa kita akan mati sedangkan Tuhan memberikan kita hidup yang kekal di bumi ini!

Bolehkah kita menarik kapasitas iman kita ada di titik itu? Sangat boleh dan tentunya kita akan menerima banyak keuntungan! Minimal kita bukan orang yang dapat ditakut – takuti oleh maut, justru sebaliknya maut yang takut dengan kita sebagai orang percaya. Karena bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus di dalam kita!

Henokh adalah pribadi yang mendedikasikan hidupnya untuk bergaul dengan Tuhan, memahami isi hati Tuhan, dan menyelesaikan kehendak-Nya sampai tuntas.

Henokh fokus pada hal tersebut di tengah kehidupan berkeluarga yang memang mesti ia jalani. Tidak diceritakan detail bagaimana ia menjalani kehidupan tersebut, tapi yang pasti Henokh beroleh kesaksian bahwa Ia hidup memperkenan hati Tuhan. Jadi pendek kata, Henokh menunjukkan jalan – jalan Tuhan untuk keluarganya dan membimbing mereka berjalan di jalan yang sama. Itu tanggung jawab Henokh yang ia tuntaskan di hadapan Tuhan.

Henokh menubuatkan akhir dari keberadaan orang fasik di bumi ini yang akan digantikan oleh orang – orang benar.

Jadi tidak peduli jika saat ini kita ada di tengah angkatan yang bengkok, sebab kefasikan akan segera berakhir! Bagian kita adalah terus terhubung dengan keberadaan Tuhan yang hidup dan bergaul karib dengan-Nya. Miliki mentalitas seperti Henokh yang tidak gentar menghadapi kefasikan, tidak merasa kecil menghadapi penguasa negeri yang fasik, dan tidak takut akan konfrontasi. Ia hadapi itu semua dengan keyakinan iman dan percaya bahwa bumi ini adalah milik-Nya dan anak – anak-Nya.

Kisah Henokh belum berakhir sebab Henokh adalah garis keturunan Kristus sama seperti kita. Kita akan sekali lagi memanifestasikan Tuhan yang Henokh sembah di atas bumi ini yang telah menelan segala bentuk maut dalam kemenangan! Bagian kita adalah bergaul dengan Tuhan dan Firman-Nya sampai menyatu dengan Dia (mengenakan yang tidak dapat binasa).

Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Jadi betapa penting untuk kita memiliki persekutuan yang hidup dengan Tuhan dan Firman-Nya. Jangan anggap remeh doa dan pembacaan Firman, jika kita lakukan itu karena mencintai Tuhan, maka hal itu akan berefek kekekalan dalam diri kita!

Ps. Steven Agustinus

Similar Posts

  • 2 Februari 2023

    Pagi ini Roh Kudus mengingatkan untuk tidak mengandalkan ‘kekuatan diri sendiri’, bahkan tidak mengandalkan ‘kekuatan manusia roh’. Melainkan sepenuhnya mengandalkan kekuatan kasih setia Tuhan. Apa yang Roh Kudus sampaikan membuat saya memahami bahwa ternyata hidup yang saya jalani memang bukan karena ‘kekuatan saya’, melainkan karena kesetiaan Tuhan saja. ‘Sekuat – kuatnya’ kita mendisiplin diri dalam…

  • PEMELIHARAAN TUHAN yang SEMPURNA

    1 Tesalonika 5:23-24 (TB) Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. Ayat ini terus berbicara kuat dan sangat pribadi dalam hidup saya, memberikan suatu KEPASTIAN DAN KEYAKINAN bahwa…

  • 3 Pra-Iman yang HARUS KITA MILIKI

    Ibrani 4:1-2 (TB) Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, TETAPI FIRMAN PEMBERITAAN ITU TIDAK BERGUNA BAGI MEREKA, KARENA TIDAK BERTUMBUH BERSAMA-SAMA OLEH IMAN DENGAN MEREKA YANG…

  • 13 Januari 2023

    Kembali Roh Kudus mengingatkan saya untuk melanjutkan pembacaan Alkitab dengan tekun: Semakin banyak mengonsumsi pembacaan Firman, maka rasa lapar dan haus itu akan semakin bertambah. Bangun hal ini menjadi kebiasaan yang mengondisikan kita untuk terus tinggal dalam habitat realita Tuhan. Dorong diri kita sendiri untuk membaca ayat atau pasal tertentu. Minimal lakukan setiap satu jam…

  • Roh Kudus Mengambil Alih Hidup Kita

    Mengambil keputusan untuk mengisi hidup dengan berbagai pekerjaan Roh dan Firman akan membuat kehidupan kita terarah dan tertuju kepada penggenapan rencana Tuhan. Begitulah cara kita memberikan keleluasaan kepada Roh Kudus untuk mengambil alih seluruh hidup kita. Ia akan mengarahkan, menuntun, dan membawa kita berjalan di dalam perjalanan iman yang mengalahkan dunia! Kisah Para Rasul 1:8…

  • Menikmati waktu bersama BAPA

    Saat saya belajar untuk senantiasa menanti – nantikan Tuhan dengan aktif, maka saya mendapati ‘proses’ tersebut semakin ‘menyenangkan hati’. Roh Kudus membawa ke dalam dimensi pengenalan akan Bapa. Tiba – tiba saja saya seperti merasa kehadiran Bapa yang seolah mengajak ‘bermain’ anaknya dengan ‘menyembunyikan diri’. Mungkin hal ini terdengar aneh bagi sebagian orang, tapi begitulah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *