El-Magen Allah Perisaimu
Taukah kamu, kalo Tuhan
Tahukah kamu, kalau Tuhan memberi kita “password” untuk mengakses berbagai dimensi Rohani KEDAULATAN KUASA TUHAN ?
Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang sangat luar biasa, Dia begitu berdaulat dan telah melakukan berbagai HAL BESAR bagi umatnya. Dia pernah membelah laut menjadi dua, memenangkan peperangan yang mustahil dimenangkan, bahkan menghentikan Matahari.
Tuhan melakukan berbagai “Intervensi Ilahi” itu untuk 1 tujuan, yaitu memastikan umatNya terus menggenapi rencana dan rancangan Tuhan di bumi ini.
Nama Tuhan (Bahasa Ibrani : Shêm) punya arti reputasi atau monumen, yaitu MANIFESTASI PERNYATAAN KEDAULATAN TUHAN yang melakukan intervensi dan menjawab pergumulan hidup yang sedang dihadapi oleh orang-orang tertentu.
Jadi, pengenalan akan nama Tuhan adalah sebuah “monumen rohani” di dalam alam rohani yang dibangun oleh para tokoh Iman di masa lalu yang mengalami realita Tuhan dalam hidupnya. KABAR BAIKNYA, Tuhan memberi ruang untuk kita sebagai generasi berikutnya untuk mengenal nama-Nya secara pribadi, dan mengakses dimensi Kedaulatan Tuhan yang sama!
Terlebih lagi, Roh Kudus ada di dalam kita, dan akan membimbing kita untuk mengenal Bapa dengan benar, kita bisa terhubung dengan Dimensi Kuasa yang terkandung dalam nama-Nya. Apapun yang jadi rintangan atau tantangan untuk menyelesaikan kehendak Tuhan, akan bisa kita terobos karena Dia ada di pihak kita!
Berikut ini adalah beberapa contoh kisah dalam Alkitab, dimana Tuhan menyatakan Diri-Nya pada umat-Nya :
Akulah El-Magen, Allah perisaimu (Kej 15:1)
Di saat Abram baru memenangkan peperangan melawan raja Kedorlaomer, datanglah raja Sodom menyongsong dirinya di lembah Syawe dan di sana raja Sodom meminta untuk Abram memberikan orang-orangnya – para prajuritnya, dan sebagai gantinya, raja Sodom akan memberikan seluruh jarahan yang ada kepada Abram. Dan Abram menolak tawaran raja Sodom! (Kej 14:17-24)
Di masa Abram hidup, menolak permintaan seorang raja adalah sebuah pantangan karena dengan menolak keinginan sang raja, artinya ia sedang memposisikan diri untuk menjadi musuh dari sang raja. Tapi sekarang Abram menolak tawaran raja Sodom, artinya, meski Abram melakukan hal tersebut dengan dasar yang benar dan jelas, tapi tetap saja ia sudah menempatkan dirinya menjadi musuh dari raja Sodom. Dan di saat itulah, Tuhan datang dalam hidup Abram. Ia datang sebagai pelindung, perisai.
Saat saya membaca hal ini, Roh Kudus memberi pemahaman kepada saya bahwa saat Dia berkata: Akulah El-Magen, Dia bertindak seperti seekor induk ayam yang mengembangkan kedua sayapnya dan memanggil anak-anaknya untuk berlindung di bawah sayapnya, menjagai anak-anaknya dari bahaya burung-burung buas. Seakan-akan Tuhan menyatakan, jangan takut! Kalau musuh berniat menjamah hidupmu, maka musuh harus berhadapan dulu denganKu!
Wow… dengan kita membangun dasar keyakinan dan sudut pandang dalam kehidupan sehari-hari di atas dasar pemahaman di atas, saya meyakini tidak akan ada lagi intimidasi musuh yang bisa menekan atau mengintimidasi kita!
Siapa yang berani melawan Allah kita? Siapa yang lebih kuat dari Allah kita? Jika Dia ada di pihak kita, siapa yang berani melawan kita?
Dengan membangun sudut pandang dan dasar keyakinan kita di atas dasar pernyataan keberadaan Tuhan El-Magen, kita akan menikmati jenis kehidupan yang stabil, penuh damai sejahtera dan sukacita yang melampaui akal. Penyebabnya adalah karena keberadaan Tuhan sebagai El-Magen, tidak pernah berubah. Jika dahulu, Dia melindungi Abram, Diapun akan melindungi kita karena kita juga adalah keturunan Abraham, bapa orang percaya.
