Mau Bahagia yang Everlasting ? Taat sama Tuhan!

Hal apa dan kondisi apa yang masih temen – temen pikirin atau alami saat ini, Tuhan sanggup membawa kita keluar dari kondisi tersebut dan membawa kita masuk dalam kehidupan taman Eden (Kehidupan Taman Eden adalah kehidupan yang penuh dengan kemenangan dan kelimpahan, kita udah gak perlu susah – susah mencari kebutuhan dasar hidup kita hingga apa yang kita makan, karena semua sudah di sediakan Tuhan All provided by God, Asalkan kita mengerjakan apa yang sudah Tuhan izinkan. Itulah konsep kehidupan yang Tuhan tetapkan untuk kita dan tidak akan berubah.

Yesaya 51 : 3 (TB) Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantara ya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Di taman Eden, saat itu manusia diperhadapkan dengan 2 pilihan dalam memilih “makanan” yang sudah Tuhan sediakan

  1. Makan seluruh buah yang ada di taman termasuk buah dari pohon kehidupan
  2. Makan buah pengetahuan pohon yang baik dan jahat

Dari pilihan tersebut, Adam dan Hawa memilih pilihan kedua dan melanggar apa yang Tuhan tetapkan dan “tidak mau bertobat”, akibatnya mereka harus keluar dari Taman Eden.

Tetapi, ada kabar baik untuk kita semua bahwa Tuhan telah menebus kita oleh darah Kristus. Jadi, sebagai pribadi yang sudah ditebus oleh Tuhan seharusnya kita menaati apa yang Tuhan perintahkan yaitu berfokus pada apa yang diperbolehkan (setiap kebebasan yang sudah Tuhan izinkan), bukan apa yang Tuhan larang. Contoh : saat kita kecil, kita sangat suka dengan permen. Kita terus meminta permen ke orang tua kita hingga kita melewati masa, orang tua kita berkata “ini last ya, setelah ini gak boleh lagi!, nanti main sama temen aja ya”. Kita sering sekali marah dan mempermasalahkan 1 hal tersebut yaitu gak boleh nambah lagi permennya!, padahal hanya untuk saat itu saja karena kita sudah kebanyakan makan permen dan padahal, selain permen masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan. Tapi, kita terlanjur terfokus pada hal yang dilarang bukan fokus pada hal yang diperbolehkan yaitu bermain dengan teman yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan sebungkus permen yang akan hilang dalam beberapa menit manisnya dan bentuk ketaatan kita.

Yohanes 14 :21 (TB) Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dna Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Ulangan 28 : 1 (TB) “jika engkau baik – baik mednengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Saya mendapati kalau inti kehidupan di taman Eden adalah hati yang mencintai Tuhan (kalau kita cinta, udah pasti taat dan fokus pada yang diperbolehkan karena kita tau kalau yang diperbolehkan jauh lebih menyenangkan untuk Tuhan dan kebaikan kita) sehingga fokus kita pada menjadikan diri kita tempat “kesenangan” Tuhan. Jadi, kehidupan kita sudah tidak bergantung pada hal yang datang dari luar karena kita bisa mendapatkan “ini dan itu”. Tetapi, dari dalam diri kita, kita beroleh kepuasan sejati dan rasa syukur yang berlimpah. Karena, kita tau kalau Kerajaan surga bukan soal makan dan minum yang manis sementara tetapi tentang sukacita, kegembiraan, kebenaran dan damai sejahtera.

Dengan pemahaman dan dasar keyakinan yang seperti itu, kita bisa menikmati “Eden” dimanapun kita berada karena hati kita sejak awalnya sudah mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Saya menyadari, Eden ada di dalam Tuhan. Jadi, jika Tuhan ada didalam kita, maka kita pun akan menikmati kehidupan di taman Eden. Dengan catatan, kita bukan hanya menikmati “kehidupan yang enak – enak saja” di taman Eden tetapi, ada usaha dan rasa memiliki untuk memelihara taman itu seperti yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita.

Kejadian 2:15 (TB) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Maksudnya adalah kita sejatinya sudah diberikan Tujuan hidup dan pekerjaan baik yang Tuhan tetapkan (Yaitu merawat, mengusahakan dan memelihara taman “Eden” kita masing – masing, yang sudah Tuhan tetapkan).

Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.

1 thought on “Mau Bahagia yang Everlasting ? Taat sama Tuhan!”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat kami
Scroll to Top