PERSIAPAN menghadapi KRISIS

Saat pemberitaan mengenai krisis ekonomi dunia semakin santer terdengar, banyak orang menjadi takut lalu melakukan banyak ‘persiapan secara lahiriah dan berbagai strategi untuk bisa survive’ dalam menghadapi masa tersebut. Itulah respon dan naluri dari makhluk hidup untuk ‘beradaptasi dan bertahan hidup’.

Pagi ini saya tiba – tiba memahami sesuatu :

KITA BUKANLAH MAKHLUK HIDUP, TAPI KITA ADALAH ROH YANG MENGHIDUPKAN.

Kita bukanlah manusia biasa, melainkan ciptaan baru. Jadi naluri yang muncul seharusnya bukan sekadar untuk bertahan hidup atau survive belaka, melainkan untuk BERKUASA DAN MEMERINTAH. Maksudnya adalah, kita bukan ada dalam posisi tertekan dan menyesuaikan diri dengan tekanan, tapi kita hidup dari Firman yang menentukan apa yang seharusnya terjadi. Jadi kita memiliki ‘dunia yang berbeda’ dari manusia biasa.

Ingatlah, jangan pernah tinggalkan habitat sejati kita, yaitu realita hadirat Tuhan. Pastikan setiap hari ada kesadaran akan realita Tuhan yang melingkupi batin. Usahakan hal ini bertumbuh semakin kuat dan semakin dalam. Biarlah roh kita menyala – nyala dan layanilah Tuhan! 

ADA SATU AYAT FIRMAN YANG MENJADI JANJI TUHAN DAN BERBICARA SANGAT KUAT DALAM BATIN SAYA MENJADI DASAR KEYAKINAN YANG TIDAK TERGOYAHKAN!

Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 

Pastikan saja pekerjaan Roh dan Firman selalu membentuk dan mencetak kita menjadi pribadi yang berbeda dari cetakan dunia yang ada. Dengan demikian, kita akan mengalami kuasa kedaulatan Tuhan yang sangat nyata.

BAPA SEDANG MEMBERIKAN KEPADA KITA KEDAMAIAN ABADI – KEDAMAIAN YANG TIDAK TERGONCANGKAN!

Kita akan berjalan di atas air akan menari – nari di atas api! Sebab sesungguhnya pijakan kita adalah FIRMAN YANG KEKAL. Maut tidak pernah berdaya melawan kehidupan kekal! Kita akan menjadi SAKSI HIDUP bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja.

PASTIKAN KITA SEMAKIN ‘TERGILA – GILA’ PADA TUHAN DAN FIRMAN-NYA.

Inilah yang akan menyelamatkan kita dari tipu daya Mamon dan kekayaan. Kecenderungan hati kita akan menentukan apakah kita akan hidup atau hancur di akhir zaman ini. Pastikan kecenderungan hati kita semakin kuat, solid serta menyatu hanya pada realita Tuhan saja!

ROH SAYA BERKOBAR – KOBAR DENGAN SANGAT KUAT, ADA KEYAKINAN YANG TIDAK TERGOYAHKAN ATAS JANJI TUHAN.

Itu adalah janji yang sifatnya pasti dan tidak bisa gagal oleh apa pun dan siapa pun juga. Bagian saya hanyalah PERCAYA SAJA. AMIN!

Ps. Steven Agustinus

Similar Posts

  • KEHIDUPAN DI LUAR TUHAN

    Jika kita memerhatikan kitab Kejadian 3:1-24, maka kita akan mendapati suatu kondisi kehidupan di luar Tuhan akibat interaksi dengan makhluk yang berada di alam roh (tentunya pekerjaan iblis): 1. Manusia terus hidup dalam peperangan yang tidak berkesudahan. Kecenderungan hati manusia terus diarahkan oleh tipu daya iblis agar tidak hidup dari Firman yang keluar dari mulut…

  • 4 Januari 2023

    Tuhan terus mengingatkan hal ini kepada saya: “Dibutuhkan terjadinya kebangunan rohani dan pemulihan segala sesuatu untuk mencapai tujuan yang Tuhan tetapkan di dalam perjalanan kerohanian ini. Dan perjalanan kerohanian ini sesungguhnya bagaikan pelari yang berada di lintasan ‘maraton’, jadi merupakan perjalanan yang cukup panjang”. Memang, ‘pemulihan segala sesuatu’ ditentukan oleh seberapa cepat kita ‘telah siap,…

  • 13 Januari 2023

    Kembali Roh Kudus mengingatkan saya untuk melanjutkan pembacaan Alkitab dengan tekun: Semakin banyak mengonsumsi pembacaan Firman, maka rasa lapar dan haus itu akan semakin bertambah. Bangun hal ini menjadi kebiasaan yang mengondisikan kita untuk terus tinggal dalam habitat realita Tuhan. Dorong diri kita sendiri untuk membaca ayat atau pasal tertentu. Minimal lakukan setiap satu jam…

  • Cinta yang Abadi

    Saya belajar sesuatu, ternyata yang berhak dan secara tepat menilai diri kita apakah telah mengasihi Tuhan atau tidak adalah keberadaan Tuhan sendiri. Sebab siapa yang tahu hati ini? Bisa jadi karena satu dan lain hal, hati kita telah bergeser, dari hati yang mencintai Tuhan menuju cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia. Yeremia 17:9-10…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *