Tidak lagi hidup suka-suka, tapi sukacita!

Pernahkah kamu melihat orang main catur? Nah, sekarang bayangin permainan catur, tapi yang unik, di mana semua bidaknya hidup kayak manusia! Kuda bisa jalan dan cari makan sendiri, pion ngeyel, benteng keluar papan. Lucu, kan?

Tapi ilustrasi tadi tuh kayak hidup kita sama Tuhan. Dia Sang pemain catur, kita bidak-bidaknya. Kadang kita kepengen ngatur sendiri, padahal Tuhan yang punya rencana. Kita masih “HIDUP” dan bergerak suka-suka kita, dan akhirnya rencana Tuhan jadi terhambat.

Alkitab bilang kita harus “mati” buat dosa, (Roma 6:11 dan Galatia 2:22) hidup buat Tuhan lewat Kristus. Artinya, lepasin ego kita dan ikutin Tuhan. Kata “Aku” dalam Galatia 2:22 ditulis dengan kata EGO, yang menjadi akar banyak bahasa termasuk EGOIS : suatu sifat yang sangat berpusat pada diri sendiri, kepentingan pribadi, dan tujuan pribadi.

Dalam permainan catur, kadang ada bidak catur yang sama sekali “nggak bergerak” bahkan sampai akhir pertandingan. Kelihatannya ga bergerak, tapi bidak itu menjadi penjaga dan kunci strategis kemenangan. Kondisi yang tidak bergerak Itulah yang sering ga disukai oleh orang-orang dalam suatu kegerakan. Mereka ingin melakukan sesuatu (do something), bermanuver dan “menyelesaikan rencana Tuhan”. Tapi mereka lupa, jika perintah Tuhan saat ini adalah berdiam diri maka itu adalah langkah paling strategis dari Tuhan untuk memenangkan pertempuran. Jangan melakukan apapun sebelum waktunya.

Ingat cerita Yesus? Sejak umur 12 Yesus sudah punya banyak potensi melebihi anak-anak seumurnya, tapi Yesus tahu kapan saatnya dia memulai pelayanannya dengan waktu yang tepat. Dia mengosongkan diri buat ngikutin Bapa-Nya. Bisa jadi contoh buat kita.

Jadi, kalo kadang kita kayak bidak catur yang lagi diam, bukan berarti kita nggak berguna. Mungkin itu bagian dari rencana strategis Tuhan yang lebih besar.

Kita harusnya makin mati buat ego sendiri dan makin siap kerja sama buat rencana Tuhan. Yuk, sama-sama belajar kosongin diri, ikutin Kristus, dan jadi bagian dari rencana besar Tuhan!

2 thoughts on “Tidak lagi hidup suka-suka, tapi sukacita!”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat kami
Scroll to Top