18 Januari 2023


Yakobus 1:25 (TB) Tetapi barangsiapa MENELITI hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia BERTEKUN di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 

Kata “meneliti” pada ayat di atas ditulis dengan kata Yunani “parakupto” yang berarti rasa ingin tahu yang tinggi, penuh minat, hasrat untuk memberi bobot yang lebih. 

Tumbuhkan minat dan gairah untuk kita merenungkan firman sampai firman-Nya memerdekakan kita, memberi kita kepuasan dan penyingkapan rahasia kebenaran kekal yang membuat kita semakin mengenal Tuhan dan mencintai firman-Nya.

Selanjutnya kata “bertekun” ditulis dengan kata Yunani “parameno” yang berarti : “to remain, on stay”, dengan kata lain ada waktu yang harus diluangkan, bagaimana kita menginvestasi waktu kita untuk bertekun merenungkan firman, menginternalisasikannya dalam hidup kita sampai firman tersebut menjadi kehidupan kita, dan ketika kita melakukannya, Tuhan berjanji bahwa kita akan berbahagia atau dalam terjemahan Alkitab berbahasa Inggris disebut sebagai orang yang diberkati.

Sebagai orang yang diberkati, sudah seharusnya kita telah dipakai Tuhan untuk membawa dampak Kerajaan yang semakin nyata dalam hidup sehari-hari. Tetapi jika kita mendapati mengapa hal itu belum terjadi atas hidup kita, maka kita perlu mengevaluasi kembali hidup kita, jangan-jangan kita telah tergolong menjadi jemaat yang LAMBAN DALAM HAL MENDENGARKAN.

Dalam kitab Ibrani 5:11-14, Paulus mengibaratkan firman ke dalam 2 jenis, yakni seperti “susu” dan “makanan keras”.

Susu kita ketahui adalah makanan untuk bayi maupun anak kecil, sedangkan makanan keras adalah untuk orang dewasa. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah kita masih memerlukan firman jenis “susu” untuk pertumbuhan kerohanian kita?

1 Petrus 2:1-3 (FAYH) KARENA itu, buanglah segala perasaan benci. Jangan hanya berpura-pura baik! Hentikanlah ketidakjujuran dan kedengkian serta kebiasaan mempercakapkan keburukan orang lain. Jika Saudara sudah merasakan kebaikan Tuhan, jadilah seperti bayi yang mengingini susu murni, dan dalam Tuhan tumbuhlah menjadi kuat.

Sebagai manusia baru yang telah dilahirkan kembali (menjadi seperti ‘bayi rohani’), jelas kita membutuhkan makanan “firman susu” yang merupakan kebenaran murni untuk pertumbuhan kerohanian kita, yang berbicara tentang asas-asas pokok atau dasar-dasar kebenaran tentang keterhubungan dan kebergantungan dengan Tuhan sebagai Bapa kita. 

Firman jenis ‘susu’ akan membangun ulang setiap konsep pikir, emosi dan sikap hati kita untuk dapat melihat keberadaan Tuhan sebagai hal esensi yang sangat kita butuhkan dalam menjalani hidup, sehingga hidup kita akan beroleh keselamatan secara penuh (“soteria” : mengalami pemulihan total atau menjadi utuh).

Dikatakan lebih lanjut dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup bahwa firman jenis “susu” harusnya membuat kita bertumbuh dan menjadi kuat.

Kata “susu” sendiri (Ibrani 5:12-13), ditulis dengan kata Yunani “gala” (baca: gal’-ah) yang mengandung arti kiasan (metafora), yang menyatakan tentang kebenaran-kebenaran firman yang tidak terlalu sulit atau tidak memiliki banyak tuntutan.

Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apa yang membuat jemaat mengalami kehilangan hasrat untuk menikmati firman ‘susu’, yang jelas diperlukan untuk membuat jemaat bertumbuh kuat dan mengalami keselamatan atau keutuhan hidup?

Dalam terjemahan FAYH, dijelaskan lebih mudah untuk kita pahami bahwa yang menjadi penyebabnya antara lain karena jemaat masih suka menyimpan ada rasa benci, suka berpura-pura (munafik), tidak jujur, dengki, suka bergosip dan memfitnah orang lain. Hal-hal inilah yang membuat jemaat menjadi “lamban dalam mendengar” sehingga tidak mengalami pertumbuhan yang seharusnya.

Seharusnya setiap firman susu yang diterima akan membuat kita bertumbuh dan mempersiapkan kita untuk dapat menerima makanan keras yang akan membawa kita bertumbuh menjadi makin dewasa.


Jadi bagaimanapun juga, firman “susu” adalah hal penting dan fondasional yang kita perlukan untuk bertumbuh dan menjadi kuat. Namun permasalahannya, Tuhan tidak menghendaki kita sekadar bertumbuh untuk selamanya menjadi ‘seorang bayi rohani’, tapi Tuhan menghendaki pertumbuhan kerohanian kita terus mengalami progresivitas sampai menjadi ‘anak-anak yang dewasa dan matang’, mencapai level kepenuhan Kristus.

Karenanya kita pun sungguh membutuhkan ‘makanan keras’ untuk membuat kita menjadi dewasa dan matang.

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus


Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus melalui Whatsapp, dengan mengetik:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106 (WA)

Similar Posts

  • Bukan aku yang hidup, tapi KRISTUS DALAMKU

    Tuhan menghendaki agar setiap kita yang telah menerima anugerah iman yang menyelamatkan dapat terus mengembangkan takaran iman yang kita miliki untuk menumbuhkannya dari satu level iman kepada level iman selanjutnya, sebab sesungguhnya Tuhan menyediakan ada berbagai dimensi iman yang dapat kita masuki sehingga kita bisa menikmati jenis kehidupan sehari-hari di dalam realitas Kerajaan Allah. Hidup…

  • Jati Diri seorang REVIVALIST!

    Ketika Bapa mencurahkan penyingkapan firman dan Roh ke dalam hidup orang-orang percaya untuk menjadikan mereka sebagai para revivalist di akhir zaman ini, secara spesifik Bapa menargetkan: 1. Membangun jati diri kita di dalam Kristus Menjadi seorang Revivalist pastinya akan menghadapi ada banyak perbedaan dan pertentangan dalam berbagai aspek fondasional dibandingkan dengan pola hidup sehari-hari yang…

  • Kecenderungan hati

    Saya seperti tersadarkan, bahwa aspek terpenting dan terutama dalam kegerakan sekarang dan yang akan datang adalah aspek KECENDERUNGAN HATI. Ini menjawab berbagai pertanyaan dan situasi yang ada. Mengapa masih ada yang ‘wait and see’? Mengapa masih ada yang belum mau melebur? Mengapa masih ada yang sibuk sendiri? Mengapa masih ada yang keluar masuk dalam kegerakan?…

  • MENANTIKAN TUHAN

    Saat kita berdoa tapi tidak merasakan realita Tuhan yang kuat, janganlah berhenti berdoa. Teruslah menantikan Tuhan dengan aktif, bahkan lupakan waktu yang ada. Jika harus sampai berjam – jam pun tidak mengapa. Sebab sesungguhnya Tuhan tetap ada, hanya Ia sedang ingin melatih kesungguhan hati kita dalam mengejar realita Tuhan. Dengan demikian, kita akan terus ‘menghargai…

  • Hidup dalam Kekekalan-Nya

    Sejak dari momen prophetic direction beberapa waktu yang lampau, Tuhan terus membawa kita dan membukakan ada banyak penyingkapan firman tentang manifestasi kedaulatan Tuhan. Roh Kudus sedang menyatakan kepada kita bahwa di tengah krisis yang akan datang, realita Tuhan akan makin bertambah nyata. Di tengah krisis yang terjadi, kita akan alami ada realita kedaulatan Tuhan yang…

  • 25 Januari 2023

    Saya melihat di dalam roh, kota demi kota mengalami ledakan kebangunan rohani. Ledakan itu terjadi dengan dentuman yang sangat besar. Saya bisa rasakan di dalam roh, kekuatan dari ledakan tersebut menghancurkan semua pekerjaan musuh. Di saat yang sama Roh juga membangun standar dari ledakan tersebut untuk terjadi dalam diri saya. Sehingga ada dorongan kuat di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *