Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

25 Januari 2023

Saya melihat di dalam roh, kota demi kota mengalami ledakan kebangunan rohani. Ledakan itu terjadi dengan dentuman yang sangat besar. Saya bisa rasakan di dalam roh, kekuatan dari ledakan tersebut menghancurkan semua pekerjaan musuh. Di saat yang sama Roh juga membangun standar dari ledakan tersebut untuk terjadi dalam diri saya. Sehingga ada dorongan kuat di dalam batin saya untuk menyamakan kekuatan dari ledakan tersebut untuk tinggal permanen dalam diri saya!

Yesaya 66:6-8 (TB) Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci! Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya! Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki. Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya.

Penglihatan selanjutnya saya melihat diri saya tiba – tiba ‘menjadi raksasa’, tinggi dan besar sekali. Saya langsung paham, hal tersebut berbicara mengenai kapasitas dan posisi rohani. Ada banyak hal yang dengan mudah kita lakukan di masa akan datang jika kita terus bertumbuh dalam posisi rohani. Revival? Bukan lagi hal yang sulit. Kapan pun kita kehendaki hal tersebut bisa terjadi atas kota – kota bilamana kita bertumbuh dalam posisi rohani!

Hal selanjutnya, Roh Kudus memberikan impresi, bahwa perjalanan rohani yang ada bagaikan perjalanan pelari marathon. Panjang, jadi dibutuhkan nafas dan stamina roh, jiwa, tubuh yang sehat serta prima! Teruslah hidup dalam damai sejahtera, kelola setiap konflik dengan tepat, jadilah pribadi yang cepat mengampuni dan melupakan kesalahan orang! Ini akan menolong kita tetap prima dan sehat!

Teruslah bertekun mempengaruhi diri sendiri dengan pekerjaan Roh dan Firman. Sebab itulah satu – satunya unsur yang akan membuat kita tetap teguh dan kuat. Teruslah bertekun dalam membangun manusia rohani. Ini akan membuat stamina rohani kita sanggup mencapai garis akhir dengan berkemenangan!

Ps. Steven Agustinus

Leave a comment