KELELAHAN SECARA MENTAL

Orang yang hatinya penuh dengan konflik batin dan sangat mudah mengalami perubahan suasana hati karena situasi dan keadaan, sesungguhnya ia akan menjalani hidup ini dengan berbeban berat. Pasti ada saja situasi dan kondisi hidupnya yang membuat dirinya sangat ‘down’! Hal ini mengakibatkan ‘kelelahan mental’ yang cukup parah. Ada kesakitan jiwa bahkan kesakitan di dalam tubuh yang tidak tertahankan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka orang yang bersangkutan akan menjadi pribadi yang sulit beradaptasi dengan keadaan bahkan sulit bersosialisasi dengan baik.

Akan ada banyak permasalahan yang muncul oleh karena konflik dalam dirinya: Ia jadi mudah tersinggung, marah, kecewa, dan memunculkan berbagai sikap yang menciptakan masalah yang tidak perlu. Bahkan sebaliknya, ia bisa menjadi pribadi yang sangat ambisius untuk mencapai suatu hal sebagai pembuktian kepada orang lain bahwa ia bisa survive, mandiri, dan hidup sukses tanpa orang lain.

Semuanya itu bukan tanpa alasan dialami oleh seseorang, ada akar permasalahan yang diakibatkan oleh berbagai peristiwa atau situasi yang gagal dipahami dari sudut pandang Tuhan, atau orang yang bersangkutan gagal memaknainya secara ilahi.

• Orang bersangkutan pernah terluka secara verbal atau fisik oleh sikap maupun tekanan dari orang lain yang tidak kunjung usai.

• Orang bersangkutan pernah alami penolakan entah dari sejak kandungan, lingkungan, maupun menjalani kehidupan keluarga yang sangat buruk.

• Orang bersangkutan pernah trauma dan takut karena adanya suatu benturan peristiwa hebat yang tidak pernah diharapkan terjadi dalam diri mereka.

• Orang bersangkutan pernah frustasi karena tidak ada jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Pemazmur pun pernah mengalami kondisi ‘gejolak batin’ yang sangat parah seperti yang tertulis di atas. Di dalam pembacaan kitab Mazmur 139 akan menolong kita untuk memahami kebenaran yang dapat memerdekakan hidup kita:

1. Tuhan tahu dan melihat apa yang sedang kita alami, dan sesungguhnya Dia tidak meninggalkan diri kita.

Mazmur 139:1-6 (TB) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

2. Tuhan tetap memberikan kesadaran akan keberadaan-Nya dalam diri kita dengan tujuan agar menjagai kita dari berbagai tindakan yang dapat membahayakan diri kita sendiri.

Mazmur 139:7-12 (TB) Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat kami
Scroll to Top