Mengucap Syukur DALAM SEGALA HAL

Ada beberapa penyebab seseorang kehilangan hati yang bersyukur :

1. GAGAL MEMAKNAI SUATU PERISTIWA, SITUASI, DAN KEADAAN YANG BURUK DENGAN MAKNA YANG POSITIF.

Mereka gagal melihat dari angle (sudut atau posisi) yang berbeda. Alhasil fokus perhatiannya hanya pada hal yang buruk, padahal ada begitu banyak hal baik di sekelilingnya yang tidak ia perhatikan. Dunia berhasil mencetak dirinya untuk memerhatikan hal buruk.

Misalkan contoh, kita lebih mudah mengingat satu keburukan orang daripada seribu kebaikan yang pernah ia lakukan. Itulah hasil dari cetakan dunia ini. Kita juga lebih mudah mengingat satu peristiwa buruk daripada seribu peristiwa baik. Sekarang waktunya kita membongkar cetakan dunia tersebut dengan prinsip kebenaran Firman Tuhan!

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jika kita sudah tahu bahwa hasil akhirnya adalah hal baik dan indah, mengapa kita tidak bersyukur dari sekarang? Lebih baik bersyukur daripada bersungut – sungut, sebab bersyukur akan selalu menambah kekuatan yang memampukan kita untuk menjalani hidup tanpa ‘beban yang menekan’.

2. TIDAK PERNAH MERASA PUAS

Tiba – tiba saya melihat ada manusia yang sedang dipegang tengkuk lehernya, lalu ditekan untuk berlutut, dan dipaksa minum dari suatu sungai. Wajahnya ditenggelamkan ke dalam sungai tersebut sampai sulit bernapas. Sesekali diangkat, lalu dengan cepat dimasukkan kembali. Begitulah seterusnya sampai manusia itu mati kelelahan.

Roh Kudus menjelaskan maksud penglihatan itu: Itulah orang – orang yang sedang dicetak oleh dunia ini, sehingga mereka berpikir bahwa kepuasan hidup mereka ada pada hal-hal lahiriah. Seperti halnya uang, harta, dan benda, dan berbagai posisi serta jabatan. Mereka beranggapan bahwa jika seseorang semakin kaya maka ia akan menjadi semakin bahagia. Jadi mata mereka terus ‘dipaksa’ untuk mengejar hal – hal lahiriah yang membuat mereka ‘minum air dunia ini’. Alhasil mereka tidak pernah bisa ‘puas’.

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

Tidak heran, mereka semakin dekat dengan jurang kematian, sebab mereka sedang ‘minum air kematian’ (hal yang fana). Saat kita berfokus pada hal – hal lahiriah, maka sulit untuk kita bisa bersyukur. Selalu merasa ada saja yang kurang dalam hidupnya.

Untuk itu, fokuslah pada hal – hal yang kekal, kejar pengenalan akan Tuhan, serta teruslah hidup hanya dari Firman dan Roh-Nya, maka ucapan syukur akan selalu mengalir dari dalam batin kita.

3. INPUT MENENTUKAN OUTPUT.

Apa yang kita dengar dan lihat sangat menentukan apa yang kita pikir dan lakukan. Jika terus mendengar hal – hal yang menakutkan dan berbagai hal yang tidak menambah keilahian, ya tentu saja output kita akan bersungut – sungut. Jadi jika kita lebih sering memikirkan hal – hal yang dari Roh, maka lebih mudah untuk diri kita bersyukur.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

4. SELALU MELIHAT ‘KE ATAS’, TIDAK MAU MELIHAT ‘KE BAWAH’.

Jika kita menyadari, ada banyak orang yang hidupnya teramat susah, ada juga yang menderita sakit sangat parah, dan ada juga yang memiliki masalah yang teramat sangat pelik. Jika kita masih hidup dan tetap tidak kekurangan apa pun, masakan kita sulit bersyukur? Bahkan mereka saja mampu bersyukur tanpa ada ‘Roh Kudus’ yang menguatkan mereka. Masakan kita yang disertai Roh Kudus sulit untuk bersyukur dan bersukacita?

Saya jadi belajar memaknai hidup ini dan tidak segan untuk ‘belajar bagaimana memaknai dan menikmati indahnya hidup dari orang – orang sederhana’.

Mereka saja bisa, kenapa kita tidak? Bukankah Tuhan kita sumber damai sejahtera dan sukacita? Jika mengucap syukur saja sudah menjadi hal yang sulit, maka semakin gelaplah kondisi dunia ini.

Saya mau belajar untuk melihat realitas hidup yang ada. Tidak pada tempatnya kita sebagai orang percaya sulit bersyukur. Minimal tiap hari kita perlu bersyukur karena kehadiran-Nya yang nyata atas kita. Anugerah itu sesungguhnya sudah cukup bagi kita untuk melangkah dalam keceriaan dan ucapan syukur setiap hari.

Inilah yang membuat kita dibedakan karena sikap hati kita berbeda dari manusia lainnya. Kita begitu menghargai realita Tuhan lebih dari yang lainnya dan sanggup bersyukur dalam segala keadaan. Amin!

Ps. Steven Agustinus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat kami
Scroll to Top