Ledakan kebangunan rohani

FAKTOR LEDAK dalam KEBANGUNAN ROHANI

Daya ledak kebangunan rohani sangat ditentukan oleh daya fokus yang kita miliki:

1. Roh Kudus menegaskan untuk saya berfokus pada ‘pelatihan membangun manusia rohani’.

Fokus pada hal tersebut jangan terdistract oleh apapun juga.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2. Fokus mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan, jangan terdistract dengan berbagai angin pengajaran dan trend dunia ini. 

Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

3. Bangun niat serta tekad yang kuat untuk membangun kesadaran akan realita Tuhan sepanjang hari lewat doa, penyembahan, dan perenungan Firman.

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

4. Berhati – hatilah terhadap distraction.

Ini merupakan upaya musuh untuk menarik perhatian kita dari Tuhan dan kehendak-Nya. Perselisihan, kepahitan, kekhawatiran, dan berbagai bentuk ketakutan, itu semua adalah distraction.

Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 

5. Tolak berbagai iming – iming kesuksesan dan segala kemilau kekayaan dari dunia ini!

Jaga hati dan tetap fokus mengejar hal – hal yang ilahi.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

6. Hati – hati terhadap omongan orang yang dipakai iblis untuk membelokkan langkah kaki kita dari melakukan kehendak Tuhan!

Teruslah berfokus mendoakan ayat – ayat Firman yang disampaikan oleh sang bapa rohani sejati sampai roh kita bergelora!

Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

7. Berfokuslah melayani Tuhan di ruang tahta lewat doa dan penyembahan, Inilah yang terutama dan yang utama!

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ps. Steven Agustinus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat kami
Scroll to Top